Diposkan oleh MeE MuTzz di 08:05

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan bimbinganNya, saat ini kami bisa menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Tergesernya Budaya Tradisional Karena Pengaruh Budaya Asing”.

Makalah ini disusun berdasarkan fakta dan dengan menggunakan beberapa artikel yang membahas tentang topik ini. Penuyusunan makalah ini diharapkan dapat membantu permasalahan kebudayaan negara kita yang saat ini berada diambang kepunahan. Yaitu untuk menggali lagi kesadaran dan simpati para generasi muda yang sudah mulai terpengaruh oleh budaya barat.

Makalah ini kami susun supaya kita bisa lebih memahami tentang kebudayaan tradisional negara kita yang semakin bertambahnya usia zaman justru semakin tidak terlihat keberadaannya. Diharapkan pula para pembaca khususnya para generasi muda negara untuk mencintai kembali kebudaayaan yang telah dimiliki.

Dalam makalah ini kami menyajikan pengertian budaya tradisional, jenis-jenis budaya tradisional, kebudayaan yang sudah mulai hilang, dan juga penyebab hilangnya budaya tradisional itu.

Dalam menuyusun makalah ini tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada  Ibu Anastasia Kristianingsih S.Pd selaku guru Bahasa Indonesia.

Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.

 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL  ………………………………………………………………………………………….    i

KATA PENGANTAR  ………………………………………………………………………………………..    ii

DAFTAR ISI  ……………………………………………………………………………………………………..    iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang  ……………………………………………………………………………………….     1

1.2  Perumusan Masalah  ………………………………………………………………………………..     2

1.3  Tujuan  …………………………………………………………………………………………………..     2

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Budaya Tradisonal  ………………………………………………………………….     3

2.2  Jenis- jenis Budaya Tradisional  ………………………………………………………………..      3

2.3  Budaya Tradisional yang Mulai Hilang  ……………………………………………………..     4

2.4  Faktor-faktor Penyebab Budaya Tradisional Hilang …………………………………….     6

2.5 Cara Untuk Menyelamatkan Budaya Tradisional …………………………………………     6

BAB III PENUTUP

3.1  Kesimpulan  ……………………………………………………………………………………………     8

3.2  Saran  …………………………………………………………………………………………………….     8

DAFTAR PUSTAKA  …………………………………………………………………………………………    9

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan suatu negara bisa dikatakan sudah mulai mengalami kemajuan. Mempunyai negara yang maju memang harapan semua masyarakat, dan kini hampir semua negara sudah mengalami kemajuan tersebut. Mulai dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi, bahkan budaya sekalipun, itu semua karena pengaruh dari globalisasi.

Akibat dari pengaruh globalisasi tersebut banyak dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan. Dampak positif dari pengaruh globalisasi sudah bisa kita rasakan sendiri, yaitu teknologi yang semakin canggih,  kemajuan alat transportasi dan ilmu pengetahuan lebih luas. Tetapi dalam sisi negatifnya, karena pengaruh dari globalisasi ini, banyak budaya barat yang juga ikut masuk di negara kita. Akibat pengaruh budaya tersebut, banyak generasi muda yang lebih memilih budaya barat dari pada budaya tradisionalnya. Itu dikarenakan pola pikir mereka yang menganggap jika budaya barat itu lebih modern dan lebih populer, sehingga kesadaran mereka dalam melestarikan budaya tradisional menurun.

Itu semua menyebabkan keberadaan budaya tradisional di negara kita mulai memprihatinkan. Dahulu, budaya tradisional di negara kita tak terhitung jumlahnya karena begitu banyak ragamnya,  mulai dari tarian tradisional, bahasa tradisional, alat musik tradisional, dan masih banyak lagi.   Tetapi sekarang budaya tradisional di negara kita sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada. Jarang sekali sekarang kita temui ada anak muda yang mau untuk memperhatikan kebudayaan tradisional negaranya, itu semua karena anggapan mereka tentang kebudayaan tradisional salah. Sehingga mereka malu untuk mengakui jika kebudayaan tadisional adalah kebuadayaan mereka.

Apabila pemikiran para generasi muda tidak pulih kembali untuk mencintai budaya tradisionalnya, cepat atau lambat pasti kebudayaan kita akan jauh lebih terkikis. Oleh karenanya, sebelum itu semua terjadi, kita sebagai para generasi muda harus berani memperjuangkan kembali kebudayaan tradisional yang sudah nenek moyang kita wariskan kepada kita.

 

1.2     Rumusan Masalah

            Berdasarkan topik makalah yang telah kami pilih, ada beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas. Rumusan masalah tersebut adalah :

1.2.1        Apakah yang dimaksud dengan budaya tradisional ?

1.2.2        Apa sajakah jenis-jenis budaya tadisional yang kita miliki ?

1.2.3        Budaya tradisional apakah yang sudah mulai hilang ?

1.2.4     Apa penyebab hilangnya budaya tradisional ?

1.2.5        Bagaimana cara untuk menyelamatkan budaya tradisional ?

 

1.3      Tujuan

Dalam membuat makalah ini, kami ingin mencapai dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum kami menyusun makalah ini adalah untuk melestarikan kembali budaya tradisional yang kita miliki di negara kita. Sedangkan tujuan khusus kami membuat makalah ini adalah :

1.3.1         Mengetahui secara jelas dan memahami tentang definisi budaya tradisional

1.3.2         Mengenali jenis-jenis budaya tradisional

1.3.3         Mengetahui budaya tradisional apa sajakah yang sudah mulai hilang

1.3.4         Mengetahui apa yang menyebabkan budaya tradisional hilang

1.3.5        Menghalau cara-cara yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan budaya tradisional dari kepunahan dan melestarikannya kembali.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1     Pengertian Budaya Tradisional

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat & kemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan dikaji asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal.  Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata Colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya”. Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial tertentu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengartikan kebudayaan sebagai peninggalan sejarah yang bersifat tradisional. Seperti tarian daerah, alat musik daerah, senjata tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya. Di negara kita, hampir setiap propinsi memilki kebudayaan tradisionalnya sendiri. Oleh sebab itu negara kita dijuluki negara yang kaya akan budaya.

 

2.2     Jenis-jenis Budaya Tradisional

Ada berbagai jenis budaya tradisional yang dimiliki oleh negara kita. Beberapa jenis budaya tradisional tersebut yaitu :

2.2.1      Tarian Tradisional        : tarian khas yang memiliki arti penting karena fungsinya yang sangat mengutamakan suatu penghormatan.

2.2.2      Bahasa Tradisional      : bahasa daerah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap daerah            .

2.2.3      Pakaian Tradisional     : pakaian khas yang berbeda dari daerah satu dengan daerah lain.

2.2.4      Senjata Tradisional      : suatu senjata yang digunakan oleh penduduk suatu daerah. Orang jaman dulu sering menyebutnya gaman.

2.2.5      Alat Musik Tradisional: alat musik yang digunakan untuk mengiringi suatu lagu daerah atau biayasanya juga digunakan untuk mengiringi tarian tradisional.

2.2.6      Kesenian Tradisional   : sutu kesenian yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menunjukkan ciri khas.

 

 

2.3     Budaya yang Sudah Mulai Hilang

Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salah satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.

Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi.

Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya.

Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya.  Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi.

Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat.  Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir  yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.

2.4     Penyebab Budaya Tradisional Hilang

Budaya nasional yang seharusnya menjadi kebanggaan dan harusnya di pertahankan sekarang mulai hilang dikarenakan masuknya budaya asing (modern). Kita sebagai warga negara indonesia yang mempunyai hak penuh atas kebudayaan tersebut seharusnya melestarikannya bukan malah mengesampingkannya dengan berbagai alasan seperti  takut dibilang ketinggalan jaman, takut dibilang kupper, katrok, dan lain sebagainya.

Jika ditinjau melalui aspek global, globalisasi menjadi tantangan untuk semua aspek kehidupan juga yang terkait dengan kebudayaan. Budaya tradisional yang mencerminkan etos kerja yang kurang baik tidak akan mampu bertahan dalam era global. Era global menuntut kesiapan kita untuk siap berubah menyesuaikan perubahan zaman dan mampu mengambil setiap kesempatan. Budaya tradisional di Indonesia sebenarnya lebih kreatif dan tidak bersifat meniru, yang menjadi masalah adalah mempertahankan jati diri bangsa. Sebagai contoh sederhana, budaya gotong royong di Indonesia saat ini hampir terkikis habis, individual dan tidak mau tahu dengan orang lain adalah cerminan yang tampak saat ini. Perlu dipikirkan agar kebudayaan kita tetap dapat mencerminkan kepribadian \bangsa. Kebudayaan tradisional adalah sebuah warisan luhur.

Dalam era globalisasi, kebudayaan tradisional mulai mengalami erosi. Orang, anak muda utamanya lebih senang menghabiskan waktunya untuk mengakses internet dari pada mempelajari tarian dari kebudayaan sendiri. Orang akan merasa bangga ketika dapat menuru gaya berpakaian orang barat dan menganggap budayanya kuno dan ketinggalan. Globalisasi akan selalu memberikan perubahan, kita lah yang harus meneliti apakah budaya-budaya tersebut bersifat positif ataupun negatife.

 

2.5       Cara-cara Untuk Menjaga Kelestarian Budaya Tradisional

Budaya yang dahulu tak ternilai harganya, kini justru menjadi budaya yang tak bernilai di mata masyarakat. Sikap yang tak menghargai itu memberikan dampak yang cukup buruk bagi perkembangan budaya tradisional di negara kita. Mengapa? Karena salah satu cara untuk melestarikan budaya trsdisional adalah sikap dan perilaku dari masyarakatnya sendiri. Jika dalam diri setiap masyarakat terdapat jiwa nasionalis yang dominan, melestarikan budaya tradisional merupakan suatu kebanggaan, tapi generasi muda sekarang ini justru beranggapan yang sebaliknya, sehingga mereka menggagap melestarikan budaya itu suatu paksaan. Jadi kelestarian buadaya tradisional itu juga sangat bergantung pada jiwa nasionais generasi mudanya.

Sebagai para generasi muda penerus bangsa, jiwa dan sikap nasionalis sangatlah diperlukan. Bukan hanya untuk kepentingan politik saja kita dituntut untuk berjiwa nasionalis, tetapi dalam mempertahankan dan melestarikan budayapun juga demikian. Kita butuh untuk menyadari bahwa untuk mempertahankan budaya peninggalan sejarah itu tidak mudah. Butuh pengorbanan yang besar pula. Oleh karenanya tak cukup apabila hanya ada satu generasi muda yang mau untuk tapi yang lain masa bodoh. Dalam melakukannya dibutuhkan kebersamaan untuk saling mendukung dan mengisi satu sama lain. Dalam kata lain dalam menjaga kelestarian budaya juga diperlukan kekompakan untuk saling mengisi dan mendukung.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan beragam seni budaya yang terdapat disetiap daerah sebelum seni budaya yang masih ada tersebut punah adalah dengan melaksanakan:

2.5.1    Pendataan

2.5.2    Inventarisasi

2.5.3    Pendokumentasian

 

BAB III

PENUTUP

3.1       Kesimpulan

            Kemudian kebudayaan yang telah ada seperti kebudayaan tradisional akan tergeser bahkan akan hilang terganti oleh kebudayaan baru/ modern. Orang-orang akan lebih mengandalkan kebudayaan baru dan meninggalkan kebudayaan tradisional karena dianggap kebudayaan itu adalah kebudayaan yang kuno dan pantas di tinggalkan.

Jadi keberadaan kebudayaan tradisional saat ini sangat mengkhawirkan. Kita sebagai penerus bangsa harus dapat melestarikan budaya sendiri, budaya tradisional. Jangan sampai budaya itu punah tertelan waktu yang ke era globalisasi.

 

3.2       Saran

            Untuk dapat tetap melestarikan budaya peninggalan nenek moyang kita harus dapat memilah dan memilih budaya yang baru yang positif. Kita harus tetap mengikuti perkembangan budaya modern tapi jangan sampai kita meninggalkan budaya sendiri. Jangan sampai kejadian kemarin seperti pengklaiman budaya terjadi kembali. Hal tersebut terjadi juga karena kita kurang menjaga dan melestarikan budaya sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kamal Pasha, Musthafa, dkk. 2000. Ilmu Budaya Dasar. Yogyakarta : Cipta Karsa Mandiri.

Ranjabar, Jacobus. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia (suatu pengantar). Ghalia Indonesia: Bogor.

“Selamatkan Budaya Dari Mekanisme”, http://cabiklunik.blogspot.com, Agustus 2008.

Widhagdo, Djoko. 2001. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Sarjono. Agus R (Editor). 1999. Pembebasan Budaya-Budaya Kita. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

“Media Massa Tak Beri Peluang Pada Musik Tradisional Melayu”, www.beritasore.com, 26 Desember 2010.